Transfer Factor, Senyawa Memori yang Bisa Tingkatkan Sistem Imun Tubuh


Sistem imun adalah tameng yang dimiliki tubuh agar terlindung dari infeksi dan serangan berbagai virus serta bakteri. Tanpa sistem imun yang kuat, tubuh akan mudah terserang penyakit.

Supaya imun tetap kuat, bukan hanya asupan nutrisi yang dibutuhkan, namun gaya hidup juga perlu dijaga. Rupanya, ada satu hal lagi yang bisa memengaruhi tingkat daya tahan tubuh; yakni transfer factor.

Istilah ini mungkin masih terdengar asing, namun senyawa kimia ini bermanfaat dalam meningkatkan imun tubuh secara signifikan. Sejatinya, transfer factor bukanlah vitamin, mineral, atau tanaman herbal. Melainkan, sebuah molekul yang memindahkan memori dan pengetahuan tentang imun, dari satu benda ke benda yang lain.

Transfer factor ditemukan pada tahun 1949, oleh Dr. H. Sherwood Lawrence, seorang imunologis dari New York University. Ia menemukan bahwa respons sistem imun bisa dipindahkan dari pendonor ke penerima, melalui ekstrak sel darah putih.



Nah, sederhananya, transfer factor ini adalah warisan sistem imun yang diturunkan dari induk ke anaknya ketika lahir. Pada manusia dan hewan mamalia, transfer factor ditemukan pada ASI, sedangkan pada hewan lain terdapat pada kuning telur.

Menurut dr. Eduard Hutabarat, praktisi kesehatan, transfer factor adalah benda yang harus pertama kali diterima oleh makhluk hidup untuk tetap hidup.

"Jadi semua makhluk hidup sejak lahir pasti terpapar kuman, nah, pengalaman interaksi antara imun dan kuman itu akan disimpan jadi memori. Ketika melahirkan, memori si ibu ini akan diberikan ke anak. Itulah kenapa, anak yang tidak disusui dari awal, akan mudah sakit," jelasnya saat ditemui kumparan dalam acara Media Gathering 4Life Indonesia di My Republic Plaza, Cisauk, Tangerang, pada Rabu (5/2).

Dijelaskan oleh Hendrik Pelafu, General Manager 4Life Indonesia, salah satu transfer factor terkuat ada pada sapi dan ayam. Kedua hewan tersebut punya sistem imun terbaik, karena telah terpapar dengan segala jenis bakteri dan kuman. Menariknya, memori sistem imun tersebut bisa dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk suplemen.

"Transfer factor diambil dan dimurnikan, lalu diproduksi jadi kapsul yang bisa meningkatkan imun tubuh. Bahkan, bisa 200-400 persen," ungkap Hendrik dalam sambutannya di acara yang sama.

Manfaat mengonsumsi suplemen dengan kandungan transfer factor

Setiap harinya, sel imun yang ada di dalam tubuh kita banyak yang mati. Maka itu, penting untuk mendidik sistem imun yang masih hidup, salah satu caranya adalah mengonsumsi suplemen dengan kandungan transfer factor.

Senyawa ini bisa melatih sistem imun kita supaya lebih cepat, dan efektif dalam melawan kuman.

"Kalau diibaratkan, senyawa ini adalah intelijen dari sistem imun. Seperti tentara dan pasukan militer yang dilatih," imbuh dr. Eduard.


Konsumsinya pun harus dilakukan saat imun kita sedang sehat, supaya tetap stabil dan tetap kuat. Selain itu, proses pengeleminasian racun oleh transfer factor dilakukan di tingkat sel. Sehingga, ketika sampai ke organ hati, racun yang diangkut olehnya hanya tinggal sedikit.


Bukan itu saja, transfer factor juga bisa mempercepat proses regenerasi sel. Konsumsi suplemen transfer factor dalam waktu empat minggu, bisa membuat usia sel jadi enam tahun lebih muda. Daya serap nutrisi pun bisa meningkat sampai 80 persen.

Lantas, bagaimana cara kerja dari transfer factor?



Mula-mula, senyawa ini akan membantu sel imun mengidentifikasi ancaman pada tubuh. Setelahnya, transfer factor akan membantu meningkatkan respons sistem imun terhadap potensi ancaman yang sudah teridentifikasi.

Kemudian, transfer factor mengingat susunan khusus dari ancaman tersebut, sehingga saat ditemui lagi, tubuh sudah tahu bagaimana cara melawannya.

Perlu dicatat, konsumsi suplemen transfer factor juga harus tetap diimbangi dengan asupan makanan yang bergizi, olahraga rutin, tidur cukup, serta manajemen stres yang baik. Bila dilakukan bersamaan, sistem imun tubuh akan senantiasa sigap melindungi kesehatan tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imune Revolution

Tentang Transfer Factor